Bertemu 136 Mahasiswa Terpilih

Bertemu 136 Mahasiswa
Terpilih

Kri_tanjung_nusa_nive

Jakarta. ”Wow..!” begitulah
kata yang terlontar ketika sebagian peserta Pelayaran Kebangsaan VI tahun 2006
melihat ’rumah’ yang akan membawa mereka mengunjungi pulau Bangka, pulau
Bintan, pulau Penyengat, dan pulau Tolop. Sebuah spanduk panjang bertuliskan ”Selamat
Datang” dihiasi dengan pita biru menambah kebanggan para peserta yang datang.
Siang itu, Senin (11/07) matahari tampak bersahabat dengan seluruh peserta
Pelayaran Nusantara VI, satu persatu mahasiswa dan mahasiswi terpilih dari
seluruh Indonesia mulai berdatangan di dermaga 115 Tanjung Priok-Jakarta Utara.
Ada yang diantar ojek bagi mereka yang kebetulan datang dengan
menggunakan bus hingga terminal Tanjung Priok, ada juga yang langsung diantar
taksi. Kesan bangga bercampur bahagia terpancar dari raut wajah semua peserta
yang melakukan daftar ulang di meja panitia. Bagaimana tidak selama kurang lebih sembilan hari mereka akan didaulat
menjadi tamu istimewah di KRI Tanjung Nusanive-973 milik TNI Angkatan Laut.

Pelayaran
Kebangsaan tahun 2006 merupakan rangkaian lanjutan kegiatan serupa yang telah
memasuki tahun ke enam. Untuk tahun 2006 Pelayaran Kebangsaan mengambil tema ”Perkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia
yang Berbasis Kepulauan”
. Kegiatan ini diikuti sebanyak 136 peserta dari 89
perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Indonesia, ditambah 3 orang peserta
dari setiap taruna Akademi Kepolisian dan 5 perwiara TNI AL. Para peserta
tersebut adalah mahasiswa yang telah dinyatakan lolos serangkaian tes yang
dilakukan oleh panitia dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi – Departemen
Pendidikan Nasional. Sebelum dinyatakan
lolos, mereka diharuskan membuat makalah/karya tulis tentang seputar
permasalahan bangsa yang terjadi saat ini. Bukan hanya itu kemampuan akademis
yang dibuktikan dengan standar indeks prestasi komulatif lebih dari 2,75 harus
mereka patuhi. Kegiatan-kegiatan keorganisasian di kampus serta prestasi
kulikuler juga menjadi penentu peserta yang dinyatakan lolos.

Setelah melakukan
daftar ulang, semua peserta di tempatkan pada kamar-kamar berukuran 3 x 5
meter. Kamar tersebut selanjutnya akan diisi oleh 4 orang peserta. Menjadi
peserta Pelayaran Kebangsaan bukan hanya menjadikan kebanggan semata tetapi
dengan semua fasilitas yang diberikan secara gratis tersebut, semua peserta
berusaha untuk dapat menjadikan hari-hari esoknya lebih berguna bagi diri,
keluarga, perguruan tinggi, nusa dan bangsa. Hal senada pun diungkapkan
Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya pada pembekalan tentang
wawasan kebangsaan di Istana Negara sore Senin (11/07). Pada kesempatan itu,
presiden menyempatkan diri beramah tamah dengan seluruh peserta.

Perjalanan hari pertama bagi sebagian peserta banyak dimanfaatkan untuk
melakukan foto-foto dan saling berkenalan satu dengan yang lainnya. Guratan tawa
dan senyum tak henti-henti terlihat dari setiap peserta. Walaupun, mereka harus
menunggu lebih dari 4 jam di dermaga lantaran kapal sedang melakukan uji coba
mesin dan simulasi pelayaran.

Leave a Reply