Diskusi—Diskusi dan Ship Tour
Pagi (13/07) ketika kesadaran terbangun oleh suara panggilan dari mikrofon, ”Priiittt…perhatian kamar-kamar…kepada seluruh peserta pelayaran kebangsaan menuju dek hely…perhatian selesai!”. itulah panggilan yang kerapa kami dengarkan. Bila sudah seperti itu, tanpa memikirkan ini dan itu seluruh peserta bersegera menuju dek hely (ruang terbuka di dek C tempat berkumpulnya seluruh peserta untuk menerima instruksi-red). Kami belum sadarkan diri bahwa kapal yang kami tumpangi bukan Nusanive melainkan Dalpele. Pagi itu, hari masih berembun wajar saja karena jam menunjukkan pukul 05.34 menit. Setelah diberikan pengarahan akan jadwal hari ini, seluruh peserta kembali ke kamar masing-masing dan hanya diberikan waktu 15 menit untuk segera kumpul lagi dengan pakaian olahraga lengkap.
Hari ini kami direncanakan hanya melakukan kegiatan di dalam kapal saja, maklum dengan permasalahan teknis pada KRI Tanjung Nusanive, pergantian kapal dan mundurnya jadwal, maka panitia pun mengadakan perubahan terhadap jadwal. Alhasil tujuan kami pertama bukanlah pulau Bangka sesuai dengan jadwal semula, melainkan langsung menuju Tanjung Pinang. Itu artinya banyak sekali jadwal yang akan dipangkas. Rute pun mengalami perubahan, dari Jakarta kapal bertolak menuju Pulau Bintan – Tanjung Pinang, Pulau Penyengat – Pulau Tolop – Pulau Bangka dan kembali ke Jakarta.
Setelah melakukan olahraga pagi kami diberikan kesempatan untuk melakukan aktivitas pribadi. Aku dan rekan-rekan sekamar berinisiatif untuk mandi, sementara yang lain asyik mengabadikan moment dengan foto-foto di dek kapal. Pukul 07.00 tepat kami telah siap diruang makan, tapi kali ini kami tidak bisa langsung makan. Menurut Penanting (Juru Penyedia Makan-red) yang juga dari rekan peserta, kami harus menunggu peserta yang lain baru sama-sama makan. ”Ah,..seperti ala militer saja!” ucap Fauzi peserta dari Univ. Lampung. Kami memang adalah mahasiswa dengan latar belakang yang berbeda dan rata-rata tidak terbiasa dengan kehidupan ala militer, dan ketika hal itu harus kami lakukan, maka sudah pasti akan adanya benturan. Namun, setelah mendapatkan penjelasan dari ABK, kami pun harus menerima aturan itu sebagai sebuah proses pendisiplinan diri.
Hari pertama di KRI Tanjung Dalpele-972, kami habiskan dengan diskusi dan diskusi. Namun, sekitar pukul 16.05 aktivitas mengasyikkan. Panitia TNI-AL memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk melakukan ship Tour. Kami akan dipandu untuk menjelajah setiap sudut dari KRI ini. Mulai dari ruang penyimpanan logistik, ruang ABK, ruang mesin sampai dengan Anjungan. Bahkan kami diijinkan untuk berdialog dengan semua ABK.
