Archive for December, 2006

Menuju Investasi Masyarakat Syar’i

Tuesday, December 19th, 2006

Menuju Investasi Masyarakat Syar’i

Oleh : Prakoso Bhairawa Putera S

Peneliti Muda FISIP Universitas Sriwijaya

Kehadiran perbankkan syariah dalam sistim perbankan nasional bukanlah semata-mata mengakomodasi kepentingan penduduk

Indonesia

yang mayoritas muslim. Namun lebih kepada adanya faktor keunggulan atau manfaat lebih dari perbankan syariah dalam menjebatani kegiatan ekonomi dan lebih umum terhadap krisis.

Seiring dengan itu, telah tumbuh sebuah kecenderungan spiritual yang mulai melihat mudharatnya sistim bunga (interes based banking), bersamaan dengan keyakinan yang semakin luas bahwa bunga bank adalah haram. Walaupun bagi sebagian kalangan masih dipandang subhat (raguragu), mengingat alasan dharurat dan belum adanya keberanian majelis ulama Indonesia dalam memberikan fatwa haram atas bunga bank. ….

Selengkapnya baca disini

Mendiknas Berikan Penghargaan Bahasa dan Sastra 2006

Tuesday, December 19th, 2006

Mendiknas Berikan Penghargaan Bahasa dan Sastra 2006

Monday, 13 November 2006 Jakarta (Kamis, 9 November 2006)— Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo memberikan penghargaan bahasa dan sastra untuk penulis karya sastra, buku berbahasa Indonesia, pembacaan puisi, penulisan cerpen, dan duta bahasa. Penghargaan tersebut diberikan pada Puncak Acara Bulan Bahasa dan Sastra 2006, hari ini, di Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Rawamangun, Jakarta. Bulan Bahasa dan Sastra yang diselenggarakan ini merupakan Peringatan Nasional Hari Sumpah Pemuda/Hari Pemuda yang bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Terpilih tiga karya sastra dari tiga orang sastrawan yang mendapat penghargaan sastra tahun 2006. Mereka adalah Remy Sylado, dengan karyanya yang berjudul Kerudung Merah Kirmizi, Sitok Srengenge, Kelenjar Bekisar Jantan, dan Sitor Situmorang, Biksu Tak Berjubah. Dalam upaya menumbuhkan persaingan peningkatan mutu penggunaan bahasa dalam buku non-bahasa dan sastra, telah dilakukan penilaian buku berbahasa Indonesia terbaik. Terbaik pertama adalah buku Menjadi Pasangan Paling Berbahagia, karangan Cahyadi Takariawan, penerbit Syaamil, Bandung. Terbaik kedua adalah buku Bolak-Balik Bal, karangan Gde Aryantha Soetama, penerbit buku Arti (Arti Foundation), Bali. Sedangkan terbaik ketiga adalah buku Pendidikan Agama Islam, karangan Muhamad Alim, penerbit Remaja Rosdakarya, Bandung. Peraih penghargaan Duta Dsc01179 Bahasa adalah wakil dari Provinsi Sumatera Selatan (Prakoso Bhairawa dan Henny Primasari), disusul Provinsi Lampung, Jawa Barat, Sumatera Utara, DKI Jakarta, dan Bali. Selain penghargaan-penghargaan tersebut, dalam upaya peningkatan mutu penggunaan bahasa di kalangan media cetak, telah terpilih sepuluh surat kabar yang memperoleh penghargaan. Kesepuluh media tersebut berturut-turut adalah Media Indonesia, Koran Tempo, Kompas, Bisnis Indonesia, Jawa Pos, Investor Daily, Suara Pembaruan, Republika, Berita Kota, dan Haluan. Menurut Kepala Pusat Bahasa Depdiknas Dendy Sugono, penilaian kesepuluh media cetak peraih penghargaan tersebut, selain dilakukan oleh Pusat Bahasa Depdiknas, juga, oleh kalangan media sendiri. "Penilaian ini melibatkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Forum Bahasa Media Masa, asosiasi jurnalis, serta wakil dari surat kabar dan majalah," kata Dendy. Dalam rangka pemilihan pemerintah provinsi penerima Adi Bahasa tahun 2008, pada tahun ini telah dimulai penilaian penggunaan bahasa di lingkungan wilayah provinsi. Dari 33 provinsi, terpilih delapan provinsi berada pada peringkat atas. Provinsi tersebut berturut-turut adalah Bangka Belitung, Jawa Barat, Jambi, Jawa Timur, Sumatera Barat, Sulawesi Tenggara, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Lampung.

Info diperoleh dari sini

Sajak Dini Hari

Tuesday, December 19th, 2006

Sajak Dini Hari

I/

aku lelah – mata tak ingin kupejam

karena ketika tidur aku takut bermimpi tentang kau

II/

aku lelah – tangan tak kurela dipasung

karena saat diam aku takut tinta melumer di kertas ini

III/

aku lelah – otak tak kubiarkan rehat

karena tatkala istirahat aku takut sedetik kemudian bayangmu hadir

IV/

tapi aku tak kan lelah

dimana pagiku selalu bertemu dirimu

dilipatan dompetku

Sudut 473, 30/10/2006