Uda Ganteng di Pesta Buku Sumsel 2007

Uda Ganteng di Pesta Buku SumseL 2007


Petang Minggu (06/05)

kota

Palembang

diguyur hujan, hampir disBook_fair_1_6etiap sudut digenangi air,..tapi semua itu tidak menyurutkan niat kami (koko p bhairawa, koko natakusuma, dan azzura dayana) untuk menghangatkan suasan di Gedung Olahraga (GOR) Palembang tempat berlangsungnya Pesta Buku Sumsel 2007, yang juga dijadikan sebagai tempat perayaan 10 Tahun Forum Lingkar Pena,..

Minggu petang, stand-stand di penuhi para pengunjung dan disela-sela puluk 16.30 s.d 18.00 dipanggung utama hadir kami (koko p bhairawa, koko natakusuma, dan azzura dayana) bersama pak Humaidi selaku pembedah buku. Acara petang itu adalah diskusi dengan tema “Lokalitas Sumatera dalam Fiksi Remaja”, bedah buku “Uda Ganteng No. 13”, Launcing buku “Kutukan Jomblo”, “Cinta Kembar Tiga”, dll

Pukul 16.30 sang moderator yang sedianya akan memandu acara tidak kunjung dating, akhirnya koko natakusuma dan koko p bhairawa bergantian menjadi moderator. Em baru kali ini rasanya ada moderator sekaligus menjadi pembicara, he…he.. acara terpaksa kami mulai tanpa kehadiran Azzura, lantara ibu yang satu itu sedang dalam perjalanan setelah mengikuti kegiatan dalam rangkaian sepuluh tahun FLP yaitu Writing Camp di Pondok Pesantren Raudatul Ulum (RU) Sakatiga Inderalaya.

Setelang jam berselang, datanglah Azzura dengan rombongan yang masih tampak kelelahan karena padatnya acara disana, Nah, ada yang menarik selama acara ini, antusias dan perhatian dari para pengunjung membuat kegundahan hati yang sebelumnya taku kalo-kalo acaranya hanya dipenuhi oleh rekan-rekan FLP, tapi Alhamdulillah,…

Acara berlangsung seru, dan menjelang Azan Magrib, perjumpaan terpaksa harus diakhiri, diskusipun berlanjut setelah Magrib tapi kini giliran dengan senior Ada pak Purhendi (guru Bahasa SMU Kusuma Bangsa sekaligus sastrawan palembang), ada juga Pak Jajang R. Kawentar (Guru sekolah negeri di kabupaten Lahat juga Sastrawan Lho,..) dan tentunya Koko Nata. Kami berlima memutuskan untuk memulai diskusi hangat disebuah meja di cafe duduk diseputaran GOR yang tentunya rame,…

Diskusi ringan seputar gerak orang-orang muda dalam dunia kepenulisan di palembang yang akhir-akhir ini gemar menyerbu koran Minggu lokal menjadi pokok yang begitu asyik diperbincangkan disela-sela menyantap nasi goreng dan jus. Orang-orang muda selain bersemangan memburu koran minggu tetapi mereka juga tidak lupa menyerbu para pendahuluanya untuk sekedar bertanya tentang sebuah karya ataupun berdiskusi ringan. Sebut saja sejumlah wilayah-wilayah diskusi orang-orang muda tersebut, Akademi Sastra Palembang (ASAP), Forum Lingkar Pena (FLP), riakmusi – sebuah komunitas yang baru eksis di Palembang, dan beberapa wahana yang maaf tidak mampu untuk saya tuliskan. Dengan lapang dada mereka menerima nasihat dan bersuka cita setiap menerima masukan dari para terdahulunya. Begitulah sebuah benang merah yang dapat ditangkap dari pembicaraan ringan tersebut.

Memang produktivitas kadang-kadang tidak serta merta berarti positif bagi masa depan kepengarangan. Bila tidak hati-hati, kualitas karya akan sulit dipertahankan, energi kreatif yang diforsir amat beresiko melahirkan karya-karya prematur, sukar dipertanggungjawabkan, baik secara estetik maupun tematik. Gejala ini semoga tidak cepat terjadi dengan orang-orang muda yang saat ini begitu bersemangat memburu koran Minggu maupun berdiskusi untuk memperkaya apresiasi karya. Hal ini pun yang cukup membuat saya kemudian berfikir mungkin saya akan mengalami hal seperti ini jika diskusi-diskusi tentang perkembangan dan kritik akan karya tidak terus tercipta dan terbangun minimal di sekitar saya,..tapi sebuah optimisme tumbuh disela-sela larutnya malam yang tidak bisa dikompromi,..Kita berbicara untuk Nama Sastra, bukan aku, kamu ataupun kelompok,..kita bersama membangun SumSeL….

Sekali lagi thanks buat semua yang telah berkenan datang dan hadir, thanks buat Azzura Dayana, Koko Natakusuma rekan yang selalu dan selalu menyemangati, pak Jajang dan pak Purhendi atas pencerdasan dan pencerahan yang selalu dirindukan,..sampai ketemu di koran Minggu,..he…he..***


Leave a Reply